by

Andi Arif : Demokrat Tidak Pernah Zalim Dan Khianat Kepada PKS

-Politik-10 views
Dedi Miswar

Canindonesia.com –  Dedi Mizwar memiliki kontrak politik untuk Menangkan Capres dari partai Demokrat.  Hal ini diungkapkan Hidayat Nurwahid kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (29/12/2017).  Hidayat menegaskan kembali pernyataannya  di akun twitter resminya, Minggu (31/12/2017).

Sikap PKS yang membatalkan dukungan kepada Dedi Mizwar mendapat respon Keras dari Wakil sekjen  Partai Demokrat,  Andi Arif.  Andi  menyebutkan bahwa partainya tidak pernah zalim dan khianat kepada PKS.

Namun demikian Andi Arief mengakui adanya kontrak politik antara Deddy Mizwar dan partai Demokrat. Begitupun  menurut Andi, kontrak politik itu tak seharusnya menjadi alasan bagi PKS untuk mencabut dukungannya.

“PKS cari alasan mencampakkan Demiz ada kontrak politik dengan Demokrat. Orang bodoh juga tahu ada kontrak politik. Cari alasan kurang cerdas,” kata Andi.

Andi mengingatkan, PKS ada dan besar bersama koalisi Demokrat dalam pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Kedua partai melejit di 2009, dan sama-sama jatuh di 2014 karena kader yang bermasalah.

“Demokrat tidak pernah zalim dan khianat terhadap PKS selama koalisi, kalau kini Demokrat mendapat perlakuan beda, itulah pertanyaan kami,” ucap Andi.

Sementara itu,  Hidayat Nurwahid melalui pernyataannya menulis di Akun Twitternya @hnurwahid “Tentang INFO BENAR yang saya sampaikn bahwa Demiz (Deddy Mizwar) ada komitmen/kontrak politik dengan PD (Partai Demokrat) untuk menangkan capres PD, info tersebut kami dapat dari 2 pihak yang sangat dipercaya oleh Demiz,”

Hidayat mengatakan, hingga kini belum menerima bantahan dari Deddy Mizwar. Dia juga sudah mencoba mengkonfirmasi informasi ini ke Deddy Mizwar lewat pesan WhatsApp.

Hidayat mempersiapkan kepada pihak-pihak yang tidak mempercayainya untuk bertanya langsung mengenai kontrak politik ini ke Deddy Mizwar.

Diberitakan PKS pun akhirnya mengalihkan dukungannya ke Sudrajat yang diusung Partai Gerindra. Sudrajat dipasangkan dengan Ahmad Syaikhu, kader PKS yang semula digadang-gadang akan dipasangkan dengan Deddy Mizwar.

Netizen merespon negatif  sikap pragmatis  Demokrat.  Mereka menuding  Demokrat hanya mementingkan ‘rencana pencalonan’ putra SBY sebagai Calon wakil presiden berdampingan dengan Jokowi.

 

Comment

News Feed