by

Banda Aceh Semakin Liar. Tokoh Muda salahkan Keuchik Zainal

-Hukum-4 views

Canindonesia.com  (Banda Aceh)  Maraknya kehidupan malam di kota Banda Aceh dituding  buah dari pernyataan Wakil Walikota Banda Aceh Zainal arifin. Beberapa pihak menyayangkan pernyataan itu yang memicu sikap permisifme bagi aktivitas muda mudi hingga larut malam bahkan dini hari.

Sebelumnya Zainal atau yang akrab dipanggil keucik Zainal melontarkan gagasan untuk melonggarkan jam malam bagi perempuan melewati batas pukul 23 wib, hal ini menurutnya untuk meyakinkan dunia bahwa Aceh aman bagi investasi.

Kondisi  ini mendapat respon dari Hasnan Manik, advokat muda asal Aceh. Menurutnya, wakil walikota adalah pejabat negara,  hendaknya berhati hati dalam mengeluarkan pernyataan tendensius seperti itu. Sangat kontraproduktif untuk sebuah kota yang religius seperti Banda Aceh

“Kehidupan malam dengan membebaskan perempuan hingga larut malam di cafe-cafe malam sangat berpotensi terjadi perbuatan asusila dan tindak kejahatan lainnya bagi perempuan, dan hal ini bertentangan dengan semangat penegakan syariat Islam di Aceh” katanya.

“Perlu diketahui,  hukum itu diantaranya bertujuan untuk menata kehidupan masyarakat yang lebih baik termasuk menjaga kehormatan Diri ” kata Hasnan selanjutnya.

Hasnan Manik bahkan mengusulkan perlunya regulasi dalam bentuk Qanun khusus untuk Kota Banda Aceh.

Senada dengan itu,  tokoh muda lainnya,  Michael Alexander Chaniago meminta agar kebijakan itu dikoreksi. ” kebijakan tertulis harusnya dibatalkan dengan tertulis.  Tapi pernyataan lisan wakil walikota sangat tidak populis.  Harus diubah”.

Dilaporkan,  Banda Aceh akhir-akhir ini terkesan liberal dan permisif terhadap perilaku muda mudi,  khususnya perempuan muda.  Beberapa Cafe didapati banyak pasangan muda berpacaran dan menghabiskan waktu hingga dini hari. Kasus prostitusi online yang terungkap baru baru ini adalah pukulan berat bagi Aceh.

Seorang perempuan muda yang dijumpai berkilah bahwa walikota saja tidak Melarang aktivitas malam.  Padahal Banda Aceh kini rentan kejahatan narkoba dan seks bebas.

Walikota sebelumnya,  Illiza Sa’adudin Djamal menerapkan batas waktu bagi perempuan hingga pukul 23 WIB untuk melindungi perempuan dari kejahatan, kecuali untuk pekerja  pelayanan publik seperti dokter dan  perawat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed