PKS Pernah Kerahkan 20 Ribu Relawan Tsunami Ke Aceh

CAN Indonesia – 13 tahun yang lalu Tsunami menerjang Aceh dan memporak porandakan daratannya. Tercatat lebih dari 200 ribu jiwa meninggal dunia, ribuan yang hilang dan kerugian material yang tidak terkira. kini Aceh telah berbenah dan mulai membangun dirinya menjadi sebuah kota yang kembali ramai.

brainking

Salah satu komunitas relawan yang ikut melakukan aksi kemanusiaan di sana adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menurut ketua humas PKS Aceh, Nourman Hidayat, relawan PKS berada di Aceh lebih dari setahun dan hingga kini sebagian aktivisnya memilih menetap dan berkeluarga dengan warga Aceh.

“Relawan PKS asal luar daerah telah hadir sejak hari kedua tsunami terjadi. Dimulai dengan kedatangan ketua MPR Hidayat Nurwahid dan presiden PKS, Tifatul sembiring. Kader-kader PKS membuat posko-posko utama di beberapa titik di Aceh. Salah satunya di Lambaro Aceh Besar.” kata Nourman mulai bercerita.

“Saya sendiri mengelola posko di masjid kampus Unsyiah. Saya ingat waktu itu bantuan keuangan pertama yang kami dapat adalah dari profesor Alyasa’ Abu Bakar yang diserahkan kepada Nasir Jamil di hadapan saya sebesar 300 ribu rupiah.”

Menurut catatan Nourman, ada lebih dari dua puluh ribu kader PKS yang dikerahkan membantu Aceh waktu itu. Mereka berasal dari seluruh Indonesia, termasuk dari pulau Jawa dan Bali.”

“Khusus untuk Aceh Besar saja, kami mendirikan 12 buah posko bantuan. Ini sangat membantu tugas pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan propinsi NAD dalam masa tanggap darurat.”

Menurut Nourman, saat itu dengan keterbatasan yang ada, pemerintah kabupaten Aceh besar hanya mendirikan satu posko di kawasan Lambaro. “kita bersinergi bersama pemerintah dalam pelaporan kegiatan. Namun teknis di lapangan, PKS tidak menerima bantuan biaya operasional keuangan dari pemerintah”

“Kami mencari truk-truk yang melintas di jalan nasional yang membawa bantuan makanan dan pakaian. Kami menggiring mereka ke beberapa posko pengungsi dan relawan kami menurunkan sendiri barang-barang dari trruk tronton itu” katanya tersenyum.

Saat itu bantuan terus mengalir dari seluruh Indonesia. Sebagian truk yang datang menggunakan atribut PKS di dinding kendaraannya.

Aceh besar adalah salah satu kabupaten yang paling parah terkena dampak tsunami. Pengungsi yang ada di sana juga berasal dari luar kabupaten Aceh Besar. Di sana sini banyak didirikan tenda darurat yang diinisiasi oleh gampong setempat.

Saat itu pemerintahan propinsi Nanggroe Aceh Darussalam vakum. Aktivitas pemerintahannnya tidak bisa berjalan. Gubernur Abdullah Puteh masih di dalam tahanan atas kasus korupsi yang menimpanya. Sementara wakil gubernur, Azwar Abubakar hanya sendirian. Kader PKS sempat ditugaskan mengelola keuangan baik itu dana pemerintah maupun bantuan dari luar melalui pemerintah, dan sebagian kader lainnya mengkoordinasikan semua relawannya untuk tanggap darurat.”

PKS mengerahkan kadernya untuk membuka isolasi ke kawasan lainnya di Aceh. Sebagian menyewa boat nelayan untuk bisa mengantar bantuan ke Pulau Aceh dan Aceh Jaya. Sebagian lainnya mencoba mencari jalan agar bisa masuk ke Aceh Barat melalui jalan tengah Takengon maupun Geumpang, Pidie.

“Untuk wilayah Aceh Besar dan sekitarnya kita mampu tangani dengan lebih cepat dan terpadu”.

Perumahan baru di kawasan Neuheun Aceh Besar yang kini ramai adalah salah satu tempat yang kita jadikan posko bantuan. “dulu disana masih tanah kosong. ” kata Nourman mengenang.

Nourman menyebutkan ada beberapa kader inti PKS yang turut menjadi korban tsunami. Mereka berada di beberapa kawasan terkena tsunami.

“Kami berduka atas peristiwa itu. Namun kerja belum selesai dan banyak tugas yang menunggu. InsyaAllah mereka husnul khatimah”.

PKS mendatangkan bantuan kendaraan dari luar kota dan menjadi kendaraan operasional untuk beberapa bulan lamanya. Sedangkan kader PKS dari luar propinsi didatangkan secara bertahap dan memanfaatkan pesawat gratis untuk bisa sampai ke Aceh. Adam air dan herculkes adalah pesawat favorite waktu itu.

“PKS Aceh menyampaikan salam hormat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua komunitas relawan dan negara donor atas bantuannya kepada Aceh. Kita disatukan atas dasar nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian yang tinggi. Solidaritas ini akan menjadi milik bersama masyarakat dunia” kata Nourman diplomatis.

Kini tiga belas tahun sudah, PKS masih akan menjadikan moment ini sebagai introspeksi bagi dirinya untuk bisa berbuat lebih baik. Sebagian relawan merindukan untuk bisa datang kembali ke Aceh. Bertemu kembali dengan keluarga angkatnya di sana, dan tentu saja menikmati kopi aceh yang harum dan nikmat.

 

 

 

 

En Harais Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *