by

Remisi Ahok Tak Masalah, Mako Brimob Adalah Cabang Rutan Salemba

CAN Indonesia – Meski mendapat kritikan dari masyarakat, Ahok akhirnya tetap mendapat remisi dari pemerintah dalam perayaan natal tahun ini. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Ma’mun kepada media Republika, senin (25/12/2017)

“Ahok mendapat remisi 15 hari karena telah memenuhi syarat administratif, yakni telah menjalani masa tahanan minimal 6 bulan dan syarat substantif yaitu berperilaku baik atau tidak melanggat tata tertib”. Ditanyakan soal tempat penahanannya yang bukan di rumah tahanan Salemba, Ma’mun berkilah bahwa mantan gubernur DKI ini ditahan di rutan mako brimob yang merupakan cabang dari rutan Salemba.Dijelaskannya, bahwa tempat penahanan Ahok sekarang tidak menjadi masalah besar.

Pada perayaan natal tahun ini, sebanyak 9.333 tahanan beragama katolik dan kristen mendapatkan remisi harai raya natal 2017. sedangkan 175 lainnya mendapatkan remisi bebas. Total tahanan bergama kristen dan katolik berjumlah 15.748 orang.

Sedangkan 9.158 orang lainnya masih harus menjalani sisa pidananya di lapas dan rutan. Dari 9.158, sebanyak 2.338 narapidana mendapatkan remisi selama 15 hari. Kemudian, 5.895 narapidana mendapatkan remisi selama 1 bulan, 745 narapidana mendapatkan remisi 1 bulan 15 hari dan 180 narapidana lainnya mendapatkan remisi 2 bulan.

Sebelumnya LBH Street Lawyer menolak rencana pemeberian remisi bagi Ahok yang dipidana karena melakukan penistaan agama. Penempatan Ahok di rutan Mako dianggap  pelanggaran prosedural.

“Kami menolak pemberian remisi untuk Ahok,” kata Mohammad Kamil Pasha SH MH dari LBH Street Lawyer di Jakarta.

Sebelumnya Ahok divonis telah melanggar Pasal 156a huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sebagaimana putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Putusan Nomor 1537/Pid.B/2016/PN.JKT.UTR yang telah berkekuatan hukum tetap.

 

 

 

 

Comment

News Feed