by

Kisah Rosaria Mengajar Di University Of Sydney Didampingi Asisten Kedua Putrinya

Canindonesia.com (citizen jurnalis)

MEWARISKAN KEBERANIAN: Mengajar di Usyd dengan asisten kedua putriku.

Kemarin aku mengajak kedua putriku untuk mengajar di School of Education and Social Work, The University of Sydney. Sebenarnya aku sendiri masih deg-degan untuk mengajar tentang pengantar Bahasa Indonesia dan juga sekilas tentang sistem pendidikan di Indonesia, dalam bahasa Inggris. Tapi karena Pak Spv menyarankan agar mengajak kedua putriku dalam pengajaran kali ini, agar keduanya bisa bercerita apa bedanya bersekolah di Indonesia dan Ausralia, tentu dengan senang hati aku mengajak keduanya yang kebetulan masih summer holiday.

Tadinya aku agak khawatir mereka kurang percaya diri. Tapi pada kenyataannya keduanya tampil sangat membanggakan. Dalam balutan batik, Wafa tampil dengan catatan terstruktur di tab-nya tentang perbandingan ‘school culture’ yang menarik, keakraban guru-murid di Indonesia (pengalaman belajar di SDIT Nurul Islah), hormatnya murid pada guru, dan sebagainya. Haybah tampil dengan kocak dengan aksen Ausy-nya yang kental, meyakinkan audien tentang betapa berharganya pengalaman mengajar di Indonesia nanti (audiennya adalah calon guru di Bali).

Di bidang kebencanaan ada istilah ‘conveying the disaster knowledge’ alias ‘pewarisan pengetahuan’ tentang bencana kepada generasi yang belum pernah mengalaminya. However, bagiku pewarisan pengetahuan harus dilengkapi dengan pewarisan keberanian. Memiliki pengetahuan tapi tanpa keberanian untuk membaginya dengan orang lain akan membuat pengetahuan tersimpan saja dalam benak kita dan hilang bersama kematian kita. Tapi pengetahuan disertai keberanian untuk membaginya, terutama dalam bahasa kedua kita, merupakan aset tersendiri.

I am so proud of both of you, girls!
Please convey that courage to my grandchildren, my great-grandchildren, and so on.

Terimakasih buat Bapak dan Ibu guru di SDIT dan SMPIT Nurul Ishlah Banda Aceh yang telah membantuku menumbuhkan keberanian kepada anak-anak kita ini. Juga keluarga besarku yang penuh cinta. Lihat kedua gadis kita. Mereka tumbuh dengan membanggakan. Terimakasih sekali lagi.

It takes a village to raise a child.

Comment

News Feed