by

Teladan Itu Milik Siapa ?

-Artikel-13 views

Oleh : Tika Mujahidah*

Para Pahlawan Sejati  Adalah orang yang kehadirannya diharapkan…

Suaranya didengar.. Kebikannya ditiru… Dan Gagasanya dilanjutkan..

Dan dipuncak prestasinya kepahlawanannya itu ia jadikan jalan untuk mensyurgakan peran dan meraih kebahagiaan.

( Solikhin Abu Izzuddin , Happy Ending Full Barokah )

 

Krisis yang terus memprihatinkan negeri adalah Keteladanan. kehilangan Keteladanan bukannya hanya bicara Figur, namun keteladanan bermakna Nilai. Nilai yang menjadi pembeda antara kebaikan dan keburukan. Nilai yang memberi warna, nilai yang terus berpengaruh dalam kehidupan manusia. Yang menjadi pertanyaan kita adalah Teladan itu milik Siapa? Dan siapakah yang mampu memberi Teladan? Pertanyaan yang tidak semua orang mampu menjawab, karna konsekwensi jawaban adalah kita bagian dari Jawaban itu. Jika teladan bermakna kesempurnaan maka tidak ada satu manusia pun yang mampu menjawab.

Teladan itu ketika Mampu Memberi

Dalam kehidupan keseharian kita akan bertemu dengan berbagai dinamika masalah yang terus bercorak, memberi bukan bermakna lebih. Namun memberi adalah berbagi yang dimiliki, memberi adalah satu etika yang terus dibudayakan di lingkungan para sahabat rasul. Sebut saja Abu Bakar yang memiliki katangguhan iman, Abu Bakar mampu berbagi seluruh Hartanya kepada Islam, namun ketika ditanya oleh Rasul wahai Abu Bakar ra. Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu? Disinilah jawaban Dahsyat Abu Bakar, Wahai  Rasulullah keluarga ku Cukuplah Allah dan Rasul baginya. Disinilah makna keteladanan itu diukir, disinilah Keteladanan itu menjadi sejarah bahwa Memberi bukan apa yang kita anggap lebih, namun memberi adalah seni mencintai Allah dan RasulNya melalui apa yang dititipi.

Shahibu Sirri ( Pemegang Rahasia Rasulullah )

Huzaifah disebut sebagai Shahibu Sirri ( Pemegang Rahasia Rasulullah ) sosok teladan yang luar biasa, kepercayaan Rasul dan dibuktikan kerja besar saat Perang Khandak, bagaimana sosok ini menjadi inspirasi kita bahwa menjalankan tugas sebagai seorang prajurit yang totalitas dalam bekerja. Bukan hanya Huzaifah Bintang dalam Diam namun, sahabat Rasul yang satu ini mampu menjadi kunci Rahasia dalam menelusuri semua rahasia musuh. Sehingga salah satu sebab kemenangan Perang Khandak diraih oleh ummat muslim saat itu. Belajar dari sejarah diatas betapa diam yang dimaksud adalah bukan diam tanpa bicara, namun diam dimaksud adalah diam yang emas, seperti kata pepatah “ Diam orang berilmu adalah emas “. Di zaman sekarang ini diam juga sangat sesuai dengan kondisi ummat saat ini. Banyak bicara hanya menambah luka, luka terhadap umat yang semakin hari semakin buruk. Buruk dalam konteks menurunnya Akhlak putra putri kita. berbicaralah sesuai tupoksi yang diinginkan pendengar, diam juga bermakna selalunya bisa menjaga Rahasia saudaranya, selalu melindungi saudara dari fitnah dunia yang terus bertebar dimana-mana. Diam seorang kader dakwah juga bermakna mampu menyembunyikan luka dalam perjuangan berdakwah.

Sur’atul Istijabah belajar dari Muadz bin Jabbal

Pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda, “Hai Muadz!… Demi Allah, aku sungguh sayang kepadamu. Maka jangan lupa setiap habis salat mengucapkan: “Ya Allah, bantulah aku untuk selalu ingat dan syukur serta beribadat dengan ikhlas kepada-Mu.” Mu’adz mengerti dan memahami ajaran tersebut dan telah menerapkannya secara cepat dan tepat. Belajar dari Muadz bin Jabbal selalunya sahabat rasul yang satu ini sangat bersemangat dan cepat dalam memenuhi panggilan Rasul dalam kebaikan, terkhusus dalam hal panggilan ilmu pengetahuan. Dengan bekal ini lah muadz menjadi pendakwah diberbagai penjuru dengan kemampuannya dalam bidang Fiqh. Sur’atul istijabah bagi seorang kader dakwah adalah selalunya menjadi Pelopor kebaikan dalam segala segi, baik dari Pelopor kebaikan Memberi, pelopor kebaikan Ibadah, Pelopor Kebaikan bersikap dan berbuat.

Untuk menjadi teladan tidak harus sempurna, untuk menjadi teladan tidak harus menunggu menjadi lebih tua. Belajar dari Abu Bakar, Belajar dari Huzaifah, Belajar dari Muadz, untuk itu terus bersemangat menjadi teladan untuk orang – orang terbaik disekitar kita, karna keteladanan yang kita berikan kepada orang akan menjadikan nilai tersendiri, Nilai yang akan memberi warna dalam kehidupan. So Teladan bisa dilakukan oleh semua orang, yang selalu berorientasi kepada Kebaikan. Sehingga pada akhirnya keteladanan yang kita berikan mampu memberi inspirasi buat banyak orang, sehingga berimplikasi kepada kata – kata yang terus terwariskan, kebaikan yang terus terbudayakan, dan gagasan yang terus dilakukan sepanjang zaman.

 

 

*penulis adalah Wakil Ketua DPD PKS Aceh Tenggara. Caleg Muda DPRA PKS 2019 DAPIL 8 ( Aceh Tenggara dan Gayo Lues )

 

Comment

News Feed