by

Kemenangan Malaysia Melawan ‘ANCAMAN BERBAHAYA’

Oleh Teuku Zulkhairi

Salah satu rekaman video menunjukkan kecemasan Dr Mahatir Muhammad atas investasi Tiongkok di salah satu perusahaannya di Malaysia yg menzalimi pribumi. Di video ini, Mahatir “marah” melihat prilaku Tiongkok yg dlm investasinya di perusahaan tsb tdk mau mempekerjakan pribumi.

Di salah satu berita media mainstream nasional, Mahatir menegaskan tekadnya untuk mengevaluasi investasi Tiongkok di Malaysia seandainya ia menjadi Perdana Menteri. Mahatir melihat bahaya sedang mengincar Malaysia. Alasan utama yg membuat ia kembali ke pentas politik Malaysia setelah 15 tahun “pensiun”.

Hasil pemilu Malaysia yg bisa dipantau di www.undi.info menunjukkan koalisi Pakatan Harapan (PH) yg dipimpinnya memenangi mayoritas kursi Parlemen.

Artinya, Mahatir Muhammad akan kembali menjadi pemimpin Malaysia melalui kenderaan oposisi. Dengan kata lain, oposisi Malaysia telah berhasil memenangi Pemilu Malaysia.

Seperti diketahui, ini adalah kali pertama oposisi Malaysia memenangi Pemilu Malaysia.

Jika membaca narasi Mahatir Muhammad khususnya, dan umumnya oposisi, jelas ada kekhawatiran mereka terhadap pengaruh Tiongkok. Kekhawatiran yg sepertinya tdk mampu ditangkap Koalisi Barisan Nasional yg dipimpin Najib Razak.

Ditambah problem domestic lainnya, seperti kasus dugaan korupsi yg menjerat Najib Razak, akhirnya rakyat Malaysia secara meyakinkan “menghukum” rezim melalui kotak suara. Oposisi akhirnya menang.

Kemenangan oposisi ini akan bermakna bahwa pihak oposisi dianggap publik Malaysia lebih pro pada isu pribumi.

Oposisi dianggap lebih peka dan lebih peduli pada kegelisahan-kegelisahan mereka yg mayoritas, khususnya berkaitan dg masa depan Malaysia di hadapan “ancaman” pengaruh Tiongkok yg kian meluas dan membahayakan.

Di sini, pertama kita patut memuji Dr Mahatir yg bersedia bergabung dlm barisan oposisi setelah melihat perjalanan Malaysia yg cenderung keluar dari khittah para pendahulunya.

Seperti diketahui, dulu, oposisi yg dipimpin Anwar Ibrahim adlh “musuh” Mahatir saat ia berkuasa.

Dan kini, demi masa depan Malaysia, Mahatir pun “menebus dosa” masa lalunya. Ia ishlah dg Anwar Ibrahim, akan menjadikan istri Anwar (Wan Azizah) sbg wakilnya, serta akan membebaskan Anwar dari penjara yg “ia sendiri yg dulu membangunnya untuk Anwar”.

Ini adalah keteladanan tingkat tinggi yg jarang bisa dilakukan di dunia Islam, dimana umumnya para elit dunia Islam cenderung sulit bersatu, dan sulit sekali melakukan ishlah setelah berkonflik.

Kedua, kita patut memuji rakyat Malaysia. Mereka tahu saatnya harus bersatu. Rakyat Malaysia membuktikan kecerdasan mereka memahami tantangan kontemporer yg “mengancam” negerinya, sekaligus memberikan respon mengesankan di kotak suara.

Oleh sebab itu, bisa kita simpulkan, bahwa kemenangan oposisi di Malaysia adlh kemenangan perlawanan rakyat Malaysia dlm menghadapi ancaman atas negeri mereka. Bahwa pemimpin yg tdk pro rakyatnya, maka rakyat pasti akan menggulungnya cepat atau lambat.
Teruskan perjuangan Tun Mahathir Muhammad.

 

Comment

News Feed