by

Pidato Khaled Mesy’al Pada Acara Milad Ikhwanul Muslimun ke-90 di Turki

Pimpinan Hamas Khalid Mesyal dan presiden Erdogan

Terjemah : H Afrial Hidayat, Lc, MA

Bismillahirrahmanirrahim
MUQADDIMAH

Wahai Ikhwan dan Akhwat
Tidak ada pertemuan yang paling indah kecuali pertemuan mengenang sejarah ini (IM). Sungguh saya hamba yang lemah, adapun yang berkumpul dalam ruangan ini, para penonton yang menyaksikan acara ini merasakan dengan bangga capaian-capaian dalam dakwah ini.
Ucapan hormat yang keluar dari lubuh hati yang terdalam kepada Ustad Ibrahim Munir (Abi Ahmad), para ikhwah di Maktab Irsyad dan Qiyadah Jama’ah baik di Mesir maupun di seluruh dunia. Ucapan selamat dan keberkahan semoga Allah selalu menjaga langkah-langkah kalian dalam menjalankan amanah serta mujahadah. Yang paling special kepada Muassis pertama, yang melanjutkannya dan juga kepada para Syuhadaa dalam dakwah ini. Kepada Turki yang punya kelapangan dada, kepada Ustad Yasin, dari kepemimpinan anda hingga Presiden Erdoghan dan pimpinan Turki lainnya. Turki telah membuka dada dan hatinya yang lapang untuk IM dan bahkan selainnya. Kalian benar-benar ikhlas mulai dari pemerintah hingga ke rakyat biasa. Insya Allah dengan apa yang telah didedikasikan untuk ummat, dengan alas an tersebut Allah akan terus menjaga Turki. Pogram-pogram kebaikan akan terus berdiri melawan memungkaran.
Ketika kita mengucapkan selamat untuk IM dengan usianya yang sudah mencapi 90 tahun, tentu ucapan itu juga diri kita karena kita bagian dari hasil-hasil capaian dakwah ini, dan tentu kita bangga akan hal tersebut. Pada kesempatan ini saya ringkaskan pembicaraan saya dengan 4 Poin :
1. Tentang Fikrah IM dan mengenang sejarahnya
2. Kalimat kepada anak-anak Jama’ah yang berkah ini
3. Kalimat kepada yang memusuhi dakwah dan yang telah menyatakan dirinya musuh akan dakwah ini.
4. Tentang kondisi terkini Palestina yang sedang memanas, Syuhadaa terus berjatuhan dalam pogram “Kembali ketanah kelahiran”.
*Kalimat Pertama* :
Rahimahullah Imam al Banna beliau muassis hebat, tentu kehebatan tersebut setelah kita yakini Kehebatan Allah, dan tidak mungkin melampaui itu. Saya mengikuti pertemuan ini dan dari penyampaian-penyampain ikhwah pembicara sebelumnya, tentang keberkahan-keberkahan yang dirasakan dan dialami oleh Dakwah ini hingga hasil-hasilnya yang menakjubkan hingga sampai pada usiannya yang ke 90 tahun. Saya mencoba menghayati kunci-kunci kesuksesan ini.
Banyak sekali kunci-kuncinya, saya rangkum 7 hal besar saja:
1. *Keikhlasan* yang terus dihadirkan oleh Imam al Banna. Siapapun yang hidup pada masanya serta membaca buku-buku karangannya serta perjalanan hidupnya, maka akan mendapati nilai-nilai keikhlasan. Semoga Allah memberkahi seluruh dedikasinya bahkan beliau korbankan darah beliau hingga syahid untuk Palestina. Kita mengingat imam al Banna yang berumur 43 tahun, maka seakan-akan mirip dengan Imam an Nawawi yang berumur 45 tahun. Seluruh usianya dipersembahkan untuk Umat. Tentu tanpa keikhlasan sulit untuk berjalan, apalagi dalam perjalanan akan didapati masa-masa sulit dan cobaan.
2. *Fikrah Syumuliah.* Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh pembicara sebelumnya. Syumul adalah bagian dari karakteristik Islam. Syumul lebih dekat dengan tabi’at kehidupan. Kehidupan tidak akan berdiri/eksis tanpa adanya keragaman dan syumuliah. Di dalam konsep syumuliah ada agama dan Negara, tanah air dan umat, ilmu dan tazkiyah, dakwah dan jihad, politik dan ekonomi, akidah salafiyah dan hakikat sufiah dalam pembinaan tazkiyah Hati. Syumuliah dan keragaman ini pulalah yang mebuat dakwah ini tetap eksis. Wallahua’lam.
3. *Moderat (Wasathiyyah/I’tidaal)*. Moderat juga bagian dari tabi’at Islam. Ia lebih dekat dengan kesamaan jiwa. Ekstrimisme tidak akan bertahan walau ia sudah sampai ke ufuq. Namun moderatlah yang akan terus bergerak dan bertahan. Orang-orang yang ekstrim dalam dakwah ini, kita menjauhkan dari dari mereka.
4. *Genius.* Genius sehingga mudah dan gampang difahami. Makna-makna yang begitu dalam namun bisa dibahasakan dengan bahasa yang singkat dan padat. Kita mengenal syi’ar-syi’ar motifasi ini. Allah tujuan kami, Rasulullah teladan kami, Al Qur’an pedoman hidup kami, Jihad adalah jalan hidup kami, serta Syahid cita-cita tertinggi kami. Kalimat tersebut tidak mungkin dikeluarkan oleh orang yang tidak memiliki otak yang Genius. Sebagaimana pengakuan syeikh Hammam yang beliau nukilkan dari lisannya sayyid Qutb Rahimahullah : “Kalimat-kalimat yang mudah, ringkas, mencakup seluruh dasar-dasar dan hakikatnya, yang mudah diterima oleh akal dan hati sekaligus”
5. *Teori dan aplikasi*. Beliau tidak hanya berteori, namun mampu memindahkan teori-teori ke medan praktik. Beliau bangun ide dan fikrah sesuatu yang besar, tanzim yang kuat, berdiri di atas Syura, Keta’atan dan Qiyadah. Membangun yayasan-yayasan, wajihah-wajihah, serta lading amal lainnya yang beragam modelnya. Dan semua itu hingga sekarang masih dirasakan dan eksis. Sulit kita temukan tokoh-tokoh reformis yang mampu menggabungkan antara teori dengan aplikasi. Namun al Banna diusiannya yang pendek mampu menggabungkan teori dan prakti, berdakwan dan menjadi qudwah di lapangan.
6. *‘Alamiyah (Global)*. Benar adanya tanzim, sehingga dakwah ini menyebar keberbagai penjuru. Namun penyebarannya dengan proses dan masa. Ide ‘Alamiyah bukan ide yang muncul ditengah jalan, akan tetapi ide tersebut sudah muncul semenjak awal-awal dakwah ini didirikan. Karena beliau menginginkan umat ini seluruhnya harus menuju dan mendapatkan kebangkitan (Nahdhah). Beliau kirimlah utusan-utusan bahkan ke Palestina. Dari keberkahan tersebut setelah itu cikal bakal lahirnya Hamas. Mengapa ini terjadi, karena alas an terakhir di poin ke 7
7. *Akal Cerdas dan Terbuka*. Pembaharu dan Pencetus yang terus berfikir untuk perbaikan. Berinteraksi dengan eksternal, dengan gerakan kemerdekaan Mesir, dengan seluruh elemen umat, tidak ta’assub kelompok, berinteraksi dengan Qibti dan Nasrani. Bahkan Khullash Bakrah ‘Ubeid diantara teman beliau dari kalangan petinggi Qibti dipartai Al Wafd. Sehingga kita temukan dalam sosok al Banna, hatinya bagaikan hati Ali bin Abi Thalib dan akalnya seperti Muawiyah.
*Kalimat kedua* :
Kepada anak-anak Jama’ah yang berkah ini. Kalian semuanya, pada posisi apapaun, punya tugas dan tanggung jawab. Dan nasehat ini untuk diri saya dan kita semua yang hadir.
1. Setelah kita melawati 90 tahun. Saya menyimpulkan bahwa kita harus terus melakukan Tajdid (Pembaharuan) dan jangan berhenti. Ini warisan al Banna dan orang-orang yang telah tercatat dalam sejarah dakwah ini. Pembaharuan yang berkesinambungan dengan menjaga eksistensi madrasah dan kemurniannya (Asolah). Tajdid dalam berfikir, berpendapat, aktifitas, struktur, dan semua yang terkait. Kalau kita masih hidup, maka pembaharuan itu merupakan keniscayaan karena ia sunnah Kehidupan.
2. Berani. Berani dalam mengoreksi, mengkritisi, dan mengakui kesalahan kapanpun terjadi. Kita manusia, ada benar dan ada salah. Yang paling penting adalah menjaga aibnya. Orang-orang yang tidak percaya diri adalah orang-orang yang takut dikritisi. Kalau salah, katakan “saya salah”. Dengan ini posisinya makin tinggi bahkan makin bertambah wibawanya.
3. Terbuka dengan eksternal. Hidup dan berinteraksi dengan mereka dan dengan keragaman. Serta punya seni dalam berkoalisi walaupun mereka melukai kita. Walaupun prioritas kerja kita untuk Negara tapi jangan melupakan capaian-capaian untuk umat. Mengatur sikap kita dan hubungan didalam suatu daerah dengan cerdas dan hikmah.
4. Kita menyakini taufiq dan keseuksesan itu datangnya dari Allah. Dari mulanya hingga perkembangannya, dari Muassasatihi hingga syuranya, dari kesatuan shaf dan ukhuwwah, dan bagus dalam pengelolan, tawakkal, Tajarrud, serta Ikhlas. 4 hal ini yang menjaga kita dari terpeleset dan jatuh.
*Kalimat untuk yang memusuhi IM*:
Siapa saja yang membuat dirinya memusuhi IM
Risalah singkat saya…..
IM ini manusia, bisa benar dan bisa salah. IM Jama’ah dari Jama’ah minal Muslimin, bukan Jama’ah Muslimin. Manusiawi kalau ada yang memusuhinya, berbeda dengannya, bersaing dengannya, bahkan melawannya. Namun bersainglah dengan baik dengan kode etik saling memuliakan dan menghargai. Jangan dibatasi hak-hak ia untuk bergerak karena ia juga bagian dari anak-anak umat. Yang paling penting adalah semua gerakan bergerak untuk kebaikan Negara dan tanah air dengan bebas dan aman. Dalam aturan dan bingkai undang-undang disetiap Negara. Kecuali kalau ada yang tidak siap untuk bersaing.
Saya heran, okelah kalau diluar sana ada musuh-musuh kita yang sangat jelas mereka adalah musuh. Saya menghimbau para pemimpin Arab, harakah-harakah lainnya, oraganisasi lain yang ada dalam tubuh umat. Kenapa kita tidak mau sukses bersama-sama ? tidak kita lakukan kerja kolektif. Dimana logika sehat kita, kita memusuhi IM, padahal ada musuh yang sangat jelas sekali di depan kita yaitu Penjajah Zionisme. Apakah IM paling berbahaya dibandingkan Zionisme dan orang-orang dibelakangnya ?
Kita disibukkan dengan konflik diinternal umat, perbedaan suku, organisasi, mazhab, hingga kita melupakan musuh kita sebenarnya. Hingga kini negeri-negeri kita dicaplok oleh Asing, kita lupa akan tanah air kita, kemerdekaan kita, Baitul Maqdis, kemudian semuanya itu kita persilahkan untuk diambil musuh dan mereka dengan mudahnya masuk ke negeri-negeri kita. Konflik di dalam tubuh umat yang membuat kita semakin lemah. Sehingga kita saksikan bagaimana Trumb dan Netanyahu dengan mudah dan gampangnya membuat keputusan dhalim terhadap Palestina dan al-Quds serta pengelolaannya diserahkan kepada Israel. Ini adalah hasil dari perpecahan dan permusuhan di dalam gerakan-gerakan dakwah. Syeikh-syeikh sekalian bisa buka surah Ali Imran yang berbicara tentang hal di atas.
Saya katakan dengan lantang, kalau IM sukses, suksesnya bukan untuk IM, namun untuk kemashlahatan seluruhnya. Kepada dunia, dan tidak kepada personal. Bahaya ada di depan kita karena yang dilakukan oleh oknum dalam tubuh umat ini.
*Kalimat ke empat*
Pada kesempatan peringatan Milad IM ke 90 ini, saya sampaikan berita yang terus memanas dari Palestina, setelah musuh-musuh menyatukan sikap mereka bahwa kesuksesan Hamas harus dihentikan. Kondisi Palestina saat ini begitu sulit, Blokade, serangan ke Jalur Gaza dan juga di Tepi Barat dan Al-Quds. Rakyat Palestina telah mengorbankan segalanya untuk Baitul Maqdis, hingga sampai detik ini mereka terus berjuang. Dan bulan depan ada tantangan besar kita yaitu rencana teknis pemindahan kedutaan Amerika ke Kota Al Quds.
Gaza bukan wilayah di luar Palestina, ia ada didalam Palestina. Gaza bagaikan duri yang menyulitkan Israel untuk bergerak. Gaza didukung penuh oleh rakyat, Gaza adalah bukti perlawanan, Gaza dengan kokohnya dan kesebarannya. Israel menginginkan kehancuran terhadap Gaza, dengan blokade, permintaan pelucutan senjata, hingga membatasi bantuan-bantuan kemanusiaan Internasional masuk ke Gaza. Ada yang bilang, Gaza akan hancur karena kalian mendukung Hamas. Ketika Hamas keluar melawan Israel ketika itu pula Israel akan meluluh lantakkan Gaza.
Kecerdasan dan geniusnya anak-anak gaza, gabungan rakyat dan gerakan (Hamas) dan seluruh kekuatan-kekuatan bersatu untuk bangsa dan tanah air dan keinginan untuk tanah air baik yang di dalam Gaza maupun di luar Gaza, sehingga dunia terpukau dengan serangan damai yang dilakukan dengan gerakan kembali ketanah air, Israel ingin gerakan ini cepat meredup. Semoga Allah merahmati para syuhada yang terlah berguguran, baik dari kalangan muda, tua dan wanita.
Demi Allah akan datang kemenangan, akan kita kalahkan Israel, akan kita bersihkan Baitul Maqdis dari najis-najis Yahudi. Oleh karena itu ikhwan dan akhwat, saya melihat Syahid dan anaknya juga syahid. Ahmad Naser Jarrar umur 20 tahun. Karena keberaniannya membuat yang lainnya juga berani maju menghadang tentara Israel. Yang mana anak-anak zionis dihati mereka ada mental-mental pencuri/penjajah, adapun anak-anak Palestina di dalam hati-hati mereka ada mental Petarung/pejuang pemilik kebenaran dan Tanah Suci Palestina.
Hari ini ada keputusan D. Trum, akan tetapi al Quds akan tetap milik kita, dan tidak ada hak untuk orang Yahudi dan zionis. Al Quds adalah milik Arab dan Kaum Muslimin bahkan di sana ada saudara kita dari agama nasrani.
Adapun Safq al Qarn, diumumkan atau tidak diumumkan, ditunda atau dipercepat pogram tersebut, semua itu akan Gagal. Sebagaimana gagalnya strategi-strategi mereka terhadap Palestina. Sebagian ada yang takut, apa mungkin kalian bisa menghentikan proyek Safq al Qarn ? saya jawab : “Safq al Qarn sudah pikun sebelum mereka mendeklarasikan di depan anak-anak palestina, dan kami memiliki kalian (kaum muslimin) yang terus bersama kami.
Tenang..tenang..kita akan menang bersama-sama. Rakyat Palestina akan menang. Kalian yang datang dari berbagai penjuru dunia hingga bisa tiba di Istanbul kenegara Turki yang tenang ini. Insya Allah kemenangan milik kita, *Namun kemenangan itu ada harganya, kemenangan perlu jalan. Proyek besar ini telah digagas oleh Imam Syahid Hasan al banna, semoga Allah memberkahi kita semua.*

Editor:  Abu Hudzaifah

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed