by

Celebgram Cantik Ini Adalah Seorang Pendaki Gunung

-Profil-285 views

CANINDONESIA.COM. 

Lazimnya, seorang aktivis pendaki gunung identik dengan penampilan acak-acakan dan gaya yang selenge’an. Tapi ternyata persepsi ini tidak selalu benar.  Paling tidak itulah yang dibuktikan oleh seorang perempuan muda bernama Resti Fitria Pramandani.

Resti adalah salah seorang Selebgram yang paling menikmati pendakian gunung.  Beberapa gunung di Jawa dan Sumatra telah ia daki. Uniknya hingga kini ia belum yakin disebut pecinta alam.  Meskipun begitu, ia memastikan bahwa ia mencintai hutan dan gunung dengan sepenuh hati. Ia menikmati setiap kali melakukan aktivitas pendakian.

“Tak akan ada satu sampahpun yang akan saya buang di hutan dan gunung dimanapun saya mendaki”  kata Resti penuh semangat.

Resti bercerita bahwa dirinya mengenal gunung dari kakak kandungnya.

“Tiap dia pulang dari turun gunung, pasti selalu punya oleh-oleh berupa foto. Favoritku adalah foto sunrise dan sunset. Waktu itu aku masih duduk di bangku SD, jadi cuma bisa menikmati dari album foto. Kemudian keinginan mendaki bertambah saat kuliah, tapi aku sadar bahwa mendaki gunung bukan hobi yang murah. Tidak mungkin meminta uang sama orangtua untuk sekedar hobi, apalagi semacam mendaki gunung yang notabene adalah kepunyaan lelaki. Nah setelah kerja, ada satu teman baikku mengajak naik, dan masih saya lakukan sampai saat ini”. Ceritanya penuh semangat.

Pemandangan dari sebuah ketinggian

Perempuan yang mengidolakan Fiersa Besari ini mengaku belum pantas disebut pecinta alam.

“Sebenarnya saya tidak pantas dibilang pecinta alam. Lebih tepat dibilang penikmat alam. Kalau saya memang benar-benar cinta, mendengar kebakaran hutan yang baru-baru ini terjadi di banyak gunung Jawa Tengah,  saya pasti sudah lari untuk menjadi relawan untuk ikut memadamkan. Buktinya, sampai sekarang saya masih di sini bersama pasien.”

“Saya datang hanya untuk memenuhi kebutuhan jiwa saya. Tapi saya jamin demi alam semesta, tidak akan ada satu bungkus permen pun yang saya buang di gunung. Semua sampah yg menjadi tanggung jawab saya pasti saya bawa turun” kata Resti sungguh-sungguh.

Selain sebagai pendaki gunung, perempuan kelahiran tahun 1992 ini  juga bekerja di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Resti kemudian bercerita tentang aktivitasnya di sosial media.  “Sejak turun dari Gunung Prau Jawa Tengah, tepatnya September 2015. Sejak itu, feed saya penuhi 95% tentang gunung. Jarang sekali upload foto sebagai manusia normal ibukota” katanya tertawa.

Selebgram Pemalu

Kini Resti adalah salah satu selebgram yang paling disukai di Instagram.  Ia memiliki follower sebanyak 124K. Seperti  katanya tadi, ia mengisi 95% laman IG nya dengan aktivitas pendakian dan alam.

Dengan jumlah follower  yang banyak, perempuan pemilik akun @restipramandani ini juga kerap mendapat order dengan menjadi endorser beberapa Produk. Ia mengakui,  profesi endorser adalah alternatif bagi kalangan milleneal yang sangat menarik. Namun ia mengingatkan agar menjadi endorser harus cerdas.

“Ya,  menjadi endorser jangan sampai membuat feed menjadi monoton dan terkesan hanya berisi barang jualan. Harus pintar-pintar memilih klien juga yang sesuai dengan passion kita”

Meski begitu, Resti mengaku sebagai seorang gadis pemalu. Namun ia kemudian berusaha membuka diri.

“Saya ini pemalu. Sangat pemalu. Saya benci sama yang namanya sosialisasi, adaptasi. Teman saya hanya sebatas teman kuliah atau teman kerja saja. Setelah kenal dunia pendakian, dan melalui media Instagram, hidup saya berubah. Pikiran saya mulai terbuka bahwa berkenalan dengan banyak orang bukanlah sesuatu yang buruk. Bukan sesuatu yang perlu ditakutkan”.

“Tentang instagram, saya sama sekali tidak menyangka atau berniat mempunyai follower yang menurut saya sangat banyak ini. Saya juga tidak tahu darimana asal mereka, kenapa mereka mau-maunya memfollow saya”.

Resti juga mengaku beberapa kali merasa tidak nyaman dengan komentar netizen terutama terkait persepsi yang menurutnya salah.

“Kadang dibikin kesal dengan komentar mereka, dan tidak jarang saya suka terpancing. Saya ini pemikir, tidak bisa membiarkan orang lain salah paham tentang saya. Sering dinasehati oleh teman, tapi sudah watak begini, dan lagi, saya menyukai diskusi dan berargumen. Tidak apa menurut saya, selagi itu hal yang baik”

“Tapi satu hal yang belum berubah, saya ini masih pemalu” katanya tersenyum.

“Gunung bagi saya sudah menjadi kebutuhan jiwa. Bukan lagi sekedar hobi. Saya pasti akan kembali lagi dan lagi. Untuk saat ini. Tidak tahu tahun depan. Tapi sejauh ini, tidak ada dampak negatif yang terjadi setelah saya mengenal gunung. Hanya saja kadang orangtua menjadi kesulitan tersendiri karena rasa khawatir mereka yang kadang berlebihan” kata Resti tersenyum lagi.

Resti mengaku semua hal tentang gunung memiliki tempat tersendiri yang dia simpan sebagai harta tidak ternilai. Baginya semua berkesan, tidak ada yang biasa-biasa saja.

“Hal yang paling saya syukuri setelah mengenal gunung adalah, perbaikan sifat saya yang sangat buruk, berangsur-angsur membaik. Ya mungkin karena pertambahan usia juga, tapi banyak hal-hal yang tidak akan saya tahu dan tidak mungkin saya mengerti jika tidak mengenal gunung. Hal lainnya adalah, gunung membuat jumlah teman saya semakin meluas. Bertemu teman-teman baru, dikenalkan dengan orang-orang hebat.  Kurang baik apalagi Allah kepada saya?! ” katanya dengan nada bertanya.

Sudah banyak gunung yang ia daki. Semuanya ia nikmati dan selalu ingin kembali mengulangi.

“Aku inget-inget dulu yaa dari awal sampai akhir. Prau, slamet, sindoro, ciremai, merapi, lawu, sumbing, cikuray, merbabu, semeru, gede, papandayan, guntur, rinjani, singgalang, marapi. Yang paling membutuhkan waktu lama adalah Rinjani dan Semeru. Di gunung selama 4 hari 3 malam. Yang paling menenangkan jiwa adalah, Singgalang. I’ll be back! ” kata Resti berbinar.

Saat ditanya soal photo-photo kerennya di gunung, ia mengaku tidak menggunakan jasa photografer.

” Hahaaa, saya ini bukan seleb yang kemana-mana bisa bawa photografer pribadi” katanya tergelak.

“Saya punya kamera. Yang mengambil gambar ya teman. Harus saya ajari dulu cara mengoperasikan kamera saya, ada yang gampang ngerti, ada yang fotonya ngeblur terus, tapi tidak apa. Toh tujuan utama bukan foto. Meskipun akan sangat sedih jika tidak ada foto yang bagus satupun. Kalau lagi beruntung, punya kenalan baru yang dia adalah seorang fotographer”.

Resti mengaku masih pemula dalam dunia pendakian ini, ia mengungkapkan mimpinya untuk melakukan pendakian ke seluruh gunung di Indonesia.  Termasuk gunung Leuser yang ada di Aceh. “Leuser adalah obsesi dan mimpi saya suatu saat nanti” katanya optimis.

Ia memberi pesan kepada para pecinta alam agar jangan buang apapun. “Sampahmu tanggung jawabmu. Jangan nodai gunung dengan corat coretmu yang sama sekali tidak ada manfaatnya. Intinya, bersikaplah selayaknya tamu” katanya menutup pembicaraan. (rst/rahmat)

Comment

News Feed